Selasa, 10 Januari 2017

Dive Into My World

EKSKURSI KE PT. PEMBANGKITAN JAWA-BALI (PT. PJB) CIRATA


ada hari Selasa, 16 November 2015 kami para mahasiswa Teknik Geofisika ITB melakukan ekskursi ke PT. PJB Cirata. Ekskursi ini diadakan dalam rangka pembelajaran di luar kelas dari mata kuliah Geofisika Teknik dan Lingkungan (GTL). Diharapkan dari ekskursi ini mahasiswa Teknik Geofisika ITB dapat tahu dan paham tentang aplikasi dari mata kuliah yang sedang dipelajari.


Berikut ini timeline ekskursi ke Waduk Cirata.

  • 6.30 Kumpul di Kubus
  • 7:16 Berangkat naik bus
  • 8:42 Sampai di Kantor PT.PJB
  • 9.05 Pemutaran video safety induction
  • 9.10 Sambutan  P. Dedy .S selaku Manajer Perawatan dan Pengelola Waduk Cirata
  • 9.16 Sambutan P. Wahyudi Widyatmoko .P selaku Dosen GTL
  • 9.20 Penjelasan singkat mengenai bendungan Cirata oleh P. Haris

Pemanfaatan Waduk Cirata hanya untuk pembangkit listrik. Berbeda dengan waduk/bendungan lain yang mempunyai banyak pemanfaatan seperti rekreasi dan irigasi. Air yang berada di waduk Cirata berasal dr Sungai Citarum. Kapasitas terbesar dari waduk Cirata adalah 1008 MW. 

Pemilihan tipe bendungan untuk Cirata:
1. Earth core rockfill dam
Core material tidak tersedia pada jarak yang secara ekonomis dapat diterima.

2. Concrete gravity dam
Pondasi mudstone gak kuat, biaya konstruksi lebih mahal.

3. Concrete faced rockfill dam
merupakan tipe bendungan yang dipilih karena sumber daya batu banyak, inti kedapnya di sisi miring segitiga bagian depan.
Konstruksi plat beton lebih ringan dan material timbunan (andesit/breksi) tersedia pada jarak ekonomis.

Cirata dibangun pada 2 tahap yaitu 
Tahap 1: Tahun 1983-1988 
Tahap 2: Tahun 1995-1997

Ancaman Bahaya yg mungkin terjadi di Waduk Cirata
1. Limpasan air melewati mercu (over topping)
2. Bocoran berlebih karena erosi buluh (dam piping)
3. Gempa berkekuatan besar
4. Sabotase atau teror

Untuk mencegah bahaya yang mungkin terjadi, maka dilakukan monitoring secara teratur yang meliputi:

1. Monitoring dam instrumentation
(Parameter yang diukur: alat ukur)
-press strain: pneu piezometer, strainmeter
-leakage
-deformation
-earthquake: accelerograph

2. Monitoring geologi


Penurunan tanah yang dibolehkan di Waduk Cirata yaitu
  • Vertikal : 30cm
  • Horizontal :20cm

  • 10.46 Kunjungan ke Waduk Cirata

Kontroversi PLTN di Iran dan Indonesia

Kontroversi PLTN di Iran dan Indonesia


ain Iran lain Indonesia. Di Iran, PLTN dibela habis-habisan, sedang di Indonesia PLTN ditentang habis-habisan. Bila di Iran AS menolak habis PLTN, di Indonesia? Nah, AS sepertinya mendukung. Tapi benarkah dukungan itu? Tulus atau kamuflase?
Seandainya saja Indonesia adalah Iran, apa yang bisa kita katakan tentang rencana pembangunan Pusat Listrik Tenaga Nuklir di Jepara? Entahlah. Di tivi, di koran, majalah, dan radio, hampir semua pendapat yang muncul menolak pembangunan PLTN. Bahkan ulama NU telah mengeluarkan fatwa: pembangunan PLTN di Jepara adalah haram!
Seandainya para ulama NU itu adalah para ayatullah di Iran – apa yang bisa kita bayangkan? Sikap ulama tersebut jelas mustahil. Mereka justru bersikap sebaliknya, mendukung Presiden Ahmadinejad untuk membangun PLTN. Bahkan semua ulama dan rakyat Iran bersedia mati demi realisasi PLTN-nya itu. Di mata Iran, PLTN adalah segala-segala-nya. PLTN bukan sekadar tumpuan masa depan pemenuhan kebutuhan energinya, tapi juga simbol penguasaan teknologi canggih. Iran sadar betul bahwa cadangan minyaknya (baca: saat ini produksi minyak Iran berkisar 4-5 juta barel perhari dengan cadangan yang cukup untuk 100 tahun lebih ke depan) suatu ketika akan habis. Jika sudah habis, maka tumpuannya adalah pada energi nuklir. Karena itu penguasaan terhadap teknologi nuklir untuk pembangkin listrik adalah suatu keharusan. Untuk itulah Iran mau berkorban apa pun demi pembangunan PLTN-nya.
Sekarang, bandingkan dengan Indonesia. Dengan produksi minyak sekitar 1 juta barel perhari, dimana cadangannya hanya cukup untuk sekitar 20 tahun lagi, tapi penolakan terhadap pembangunan PLTN sebagai sumber alternatif penyediaan energi masa depan amat keras. Kami tak tahu, dimana alasan sikap yang anti PLTN Muria tersebut. Ada yang menyatakan, bahwa masih banyak sumber energi aternatif di Indonesia selain nuklir seperti batu bara, gas bumi, tenaga angin, gelombang laut, dan lain-lain. Mungkin Iran pun mempunyai sumber energi alternatif yang sama banyak seperti Indonesia. Tapi kenapa Iran memilih energi nuklir sebagai alternatif utamanya?
Ini terjadi karena pengembangan energi nuklir mempunyai dampak yang amat luas bagi kemajuan teknologi. Pengembangan teknologi nuklir bukan semata-mata untuk membuat bom atom seperti dituduhkan AS, tapi implikasinya untuk kemaslahatan manusia juga sangat luas – khususnya menyangkut pengembangan riset-riset yang berkaitan dengan radiasi nuklir. Misal, aplikasi radiasi untuk mendapatkan bibit unggul (BATAN telah berhasil mengembangkan benih-benih padi unggul), makanan ternak kualitas baik, obat-obatan, teknologi perkayuan, dan peningkatan kualitas komoditi ekspor (karet, polimer, plastik, dan lain-lain). Ini jelas sangat berbeda dengan pengembangan teknologi konvensional untuk mendapatkan energi alternatif yang lain seperti tenaga matahari, angin, ombak laut, dan lainnya. Meski yang terakhir ini banyak juga perluasan manfaatnya, tapi teknologi nuklir jauh lebih luas manfaat dan pengaruhnya pada masa depan kemajuan teknologi suatu negara dan peradaban manusia.
Iran – satu-satunya negara muslim yang tidak terkooptasi AS yang ingin mempunyai PLTN karena menyadari bahwa minyak buminya suatu ketika pasti akan habis -ditentang habis oleh AS dan sekutunya. Dengan berbagai alasan, AS yang menunggangi PBB, menolak proyek PLTN Iran tersebut. Alasannya mudah ditebak: proyek PLTN Iran akan berubah menjadi proyek pembuatan bom atom. Dengan segala daya upaya dan pengaruhnya, AS dan sekutunya, menghalangi pembangunan PLTN Iran tersebut. Apa yang dilakukan AS terhadap Iran jelas tidak adil. Soalnya, AS diam-diam membantu pembangunan PLTN untuk Israel, bahkan lebih jauh lagi, AS pun membantu Israel untuk membuat bom atom.
Kini, Israel telah menjadi salah satu negara pembuat dan pemilik bom atom. Sementara Iran? Baru mau membangun PLTN saja sudah dihalang-halangi AS. Ini jelas sebuah perlakuan yang tidak adil. Karena itu, ketika pemerintah SBY menyetujui resolusi PBB untuk mengembargo Iran, DPR bereaksi keras. Dalam sejarah DPR, mungkin baru kasus interpelasi persetujuan pemerintah atas embargo soal nuklir Iran itulah yang mendapat dukungan paling luas. Hampir semua fraksi mendukung interpelasi tersebut. Ini menunjukkan, bahwa kita bisa memahami niat serius Iran untuk membangun PLTN-nya.
Sampai di sini, kita perlu merenung. Kenapa rakyat Indonesia membela habis-habisan Iran untuk membangun PLTN-nya, sementara kita sendiri, menolak habis rencana pemerintah untuk membangun PLTN? Di sini, pasti ada yang tidak matching!
Celakanya, masyarakat kita mudah sekali digiring untuk mengikuti sesuatu yang tidak matching ini. Dengan demikian, kami sering bertanya-tanya – apakah penolakan pembangunan PLTN di Muria yang ramai diberitakan media massa itu benar-benar murni atau rekayasa?
Kalau kita mau jujur, seharusnya negara yang paling pantas menolak kehadiran teknologi nuklir adalah Jepang. Negeri ini pernah merasakan langsung dahsyatnya bom atom pada tahun 1945 , yaitu ketika kota Hiroshima dan Nagasaki dibom atom Sekutu. Dua kota tersebut luluh lantak. Tiga ratus ribu lebih korban tewas akibat ledakan bom atom di Jepang itu. Tapi anehnya, Jepang saat ini, adalah negara yang termasuk paling banyak mempunyai PLTN. Sekitar 40 persen kebutuhan energi Negeri Sakura ini dipenuhi dari PLTN. Kita tahu, Jepang adalah negara kepulauan yang secara geologis tanahnya sangat labil, karena wilayahnya terletak dalam kawasan ring of fire (cincin gunung api), sama seperti Indonesa. Bahkan, kondisi tanah di Jepang lebih labil lagi dibanding Indonesia. Jepang juga mempunyai sumber panas bumi yang besar, ombak laut yang kuat, dan angin “Samudra Pasifik” yang kencang.
Tapi, kenapa Jepang lebih memilih mengembangan PLTN ketimbang sumber-sumber energi alternatif tersebut? Logikanya: bila Jepang yang negaranya sering dilanda gempa saja terus mengembangkan energi nuklirnya, kenapa Indonesia tidak. Ahli-ahli Jepang pasti tahu bahwa membangun PLTN di daerah banyak gempa resikonya sangat besar – tapi, itu tidak menghalangi niatnya untuk membangun PLTN. Sikap Jepang justru tidak menghindari PLTN, sebaliknya mempelajari secara mendalam, bagaimana caranya membangun PLTN yang aman di daerah yang labil. Mental bangsa Jepang tidak seperti burung Onta (kalau ada bahaya, dia lari dan menyurukkan kepalanya di pasir, agar tidak melihat bahaya tersebut). Mental bangsa Jepang sangat gagah:bila ada tantangan, mereka pelajari dan teliti tantangan tersebut, sampai akhirnya dia menemukan resepnya untuk menghadapi tantangan itu dengan aman. Sekarang, bandingkan dengan sikap bangsa Indnesia menghadapi PLTN Jepara?
Tentang kebocoran reaktor, sampah radioaktif, dan lain-lain yang pernah terjadi di beberapa negara pemilik PLTN, itu adalah sebuah risiko. Dalam kegiatan apa pun, pasti ada risikonya. Bahkan orang makan pun ada risikonya, bisa keracunan kalau makanannya tidak bersih. Yang dipersoalkan, kenapa sikap sebagian dari kita membabi buta menolak PLTN tanpa belajar dari bangsa-bangsa lain yang sudah menikmati PLTN dan sangat ingin memiliki PLTN sampai rela mempertaruhkan segalanya demi PLTN? Hal ini perlu kita pikirkan bersama. Renungkan keinginan Iran untuk memiliki PLTN, padahal Iran adalah negara kaya minyak. Renungkan sikap Jepang yang memilih PLTN untuk memenuhi kekurangan energinya padahal negeri itu sangat rawan gempa!
Last but not least, belum lama ini, majalah The Economist menulis, bahwa untuk mengatasi global warming, salah satunya, adalah memperbanyak PLTN di dunia. Pembangkit listrik yang memakai batu bara, solar, dan gas – semuanya mengeluarkan emisi karbon dioksida sehingga berdampak pada pemanasan suhu bumi. Sedang PLTN, sama sekali tidak mengeluarkan emisi gas karbon dioksida tersebut. Saat ini, di tengah makin besarnya dampak global warming yang berakibat naiknya permukaan air laut, makin banyaknya badai, dan kacaunya iklim, pembangunan PLTN perlu dilihat secara arif dan perspektif. Bila dilihat dari kacamata global warming, mungkin ulama NU perlu merevisi fatwanya. Pembangunan PLTN tidak lagi haram, tapi mungkin berubah jadi sunnah!

Kamboja Inginkan Nuklir Sebagai Energi Masa Depan

Kamboja Inginkan Nuklir Sebagai Energi Masa Depan


Phnom Penh (SIB)
Kamboja sedang membidik tenaga nuklir sebagai sumber energi masa depan guna memenuhi kebutuhan domestik yang meningkat, walau konstruksi instalasi tersebut masih lama, kata pejabat tinggi pemerintah pada Jumat (20/8).
Ilmuwan Kamboja sudah memulai untuk meneliti teknologi nuklir dalam upaya untuk mengimbangi negara tetangga di kawasan Asia Tenggara yang berencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dalam beberapa tahun ke depan, kata Menteri Luar Negeri, Ith Praing, di Kementerian Energi, Sumber Daya dan Mineral Kamboja. “Energi nuklir merupakan kemungkinan karena negara tetangga kami melakukan juga, jadi kami sudah meneliti dan melihat seberapa berbahaya teknologi tersebut,” kata Ith Praing kepada Reuters. “Masih jauh supaya mencapai tujuan, bahkan pada 2030, kami belum dapat menggunakan seluruh sumber daya kami,” tambahnya. Ith Praing mengatakan hasil peninjauan dari besarnya biaya program energi nuklir belum ditentukan dan pemerintahnya masih terfokus pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Kamboja pada tahun lalu menyatakan keinginan untuk menarik investasi asing sebesar sekitar tiga milyar dolar untuk membiayai pembangunan enam PLTA pada 2018.
Viet Nam, yang saat ini menjabat sebagai ketua ASEAN, bulan lalu menyerukan pada anggota negaranya untuk mempertimbangkan penggunaan energi nuklir untuk kepentingan damai saat Asia menghadapi peningkatan kebutuhan energi untuk menjalankan pertumbuhan ekonomi. Korporasi Energi Atom Negara Rusia telah menawarkan untuk membantu negara anggota ASEAN membangun PLTN dan mengembangkan penggunaan yang aman di kawasan yang sebelumnya sudah diestimasi kebutuhan dasar energi akan meningkat 2,5 persen pertahun hingga 2030.
Tetangga Kamboja, Vietnam, berencana untuk membangun PLTN pada 2014 dengan menggunakan teknologi Rusia, menurut laporan surat kabar negara pada Juni. Thailand sedang mencari cara untuk mengembangkan tenaga nuklir untuk mengurangi ketergantungan pada gas alam dan berencana akan membangun empat PLTN masing-masing 1.000 MW dengan total biaya sekitar delapan milyar dolar AS. Dua dari instalasi tersebut diharapkan untuk memproduksi energi pada 2020 dan sisa dua lainnya pada 2021.

BATAN Hasilkan 77 Ahli Nuklir pada HUT Kemerdekaan ke 70

BATAN Hasilkan 77 Ahli Nuklir pada HUT Kemerdekaan ke 70


engan acara yang penuh hikmat dan haru para sarjana ahli nuklir diwisuda oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto dan Ketua STTN, Sutomo Budihardjo. Haru karena acara wisuda dihadiri oleh para orang tua dan keluarga para wisudawan yang datang dari berbagai daerah. Yang istimewa adalah pada acara wisuda tahun ini STTN berhasil meluluskan lulusan terbaik dengan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 atau hampir sempurna, dan masih ada 30 lulusan lain yang mencapai IPK diatas 3,5 atau lulus dengan predikat pujian.

“Baik-baiklah membawa diri dan darmabaktikan keahlian yang dimilikii untuk kejayaan bangsa dan negara. Hal tersebut diperlukan untuk menjawab keraguan masyarakat Indonesia terhadap kemampuan bangsa sendiri dalam menguasai teknologi nuklir,” kata Djarot dalam sambutannya.
Djarot menambahkan bahwa tahun ini Indonesia sudah memasuki Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Artinya adalah persaingan akan semakin ketat, namun apabila kita mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme maka MEA akan menjadi peluang yang besar bagi Indonesia untuk go internasional.
Lulusan STTN selain menerima ijazah sebagai tanda kelulusan sebagai sarjana sains terapan juga menerima Seritifikat Ijin Bekerja (SIB) yang sangat dibutuhkan pada saat mereka akan bekerja di bidang yang berkaitan dengan penggunaan radiasi dan zat radioaktif. SIB diserahkan sendiri oleh Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Jazi Eko Istiyanto. “Menjadi ahli nuklir itu tidak mudah, perlu perjuangan yang gigih untuk bisa mencapai puncak kelulusan. BAPETEN selalu mendukung kepada BATAN dan STTN untuk meningkatkan fasilitas pendidikannya, sehingga kualitas lulusannya akan semakin baik,” kata Jazi dalam sambutannya.
Ketua STTN menjelaskan bahwa peminat untuk mengikuti perkuliahan di bidang nuklir semakin tinggi dari waktu ke waktu. Pada tahun ini yang mendaftar di STTN mencapai 1.350 orang meskipun kapasitas STTN hanya 140 orang. Peminat tidak hanya datang dari wilayah Pulau Jawa, tetapi ada yang dari Kepulauan Riau, Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi. Bahkan yang menarik adalah peminat banyak datang dari daerah-daerah yang sudah diwacanakan untuk lokasi pembangunan PLTN, yaitu Jepara, Bangka Belitung dan Kalimantan Barat, tambahnya. Sutomo juga menjelaskan bahwa setiap tahun lulusan STTN lebih dari 90 % terserap di lapangan kerja dengan berbagai bidang pekerjaan. (ekomp)

Formasi Rider dan Penerawangan MotoGP 2017

Formasi Rider dan Penerawangan MotoGP 2017


MotoGP musim 2016 telah ditutup dengan berakhirnya seri terakhir di Valencia 13 November lalu. Dan 2 hari setelahnya pun telah dilaksanakan test di sirkuit yang sama yang diikuti semua rider kelas MotoGP untuk line-up2017. Sebagai penikmat MotoGP saya sangat menantikan bergulirnya musim 2017 –padahal musim ini baru saja selesai- dan salahsatu faktor terbesarnya adalah perpindahan signifikan para rider ke tim baru.  
Untuk tim pabrikan, hanya Repsol Honda yang tetap mengandalkan duet Marc Marquez dan Dani Pedrosa yang telah bersama sejak 2013. Sementara pesaing terberat mereka Yamaha musim depan akan berganti formasi menyusul hijrahnya Jorge Lorenzo ke Ducati. Lorenzo akan digantikan oleh sesama pembalap asal Spanyol, Maverick Vinales yang bergabung ke Yamaha dari Suzuki. Sementara tempat yang ditinggalkan Vinales diisi oleh Andrea Iannone yang tergusur dari Ducati karena kedatangan Lorenzo.
Aksi dari Vinales, Lorenzo, dan Iannone bersama motor baru mereka sangat menarik untuk dinantikan. Apakah Vinales yang di musim 2016 berhasil finish di posisi 4 klasemen, melesat jauh dari musim sebelumnya yang hanya berakhir di urutan ke-12 dapat meningkatkan performanya atau bahkan menjadi juara dunia di musim depan? Apakah Lorenzo dapat beradaptasi dengan baik bersama Ducati Desmosedici dan mengikuti jejak Casey Stoner yang meraih titel bersama motor asal Italia tersebut? Dan apakah Andrea Ianonne dengan performa agresifnya bersama Ducati di musim 2016 dapat memberikan hasil yang lebih baik dari Vinales dan mengantarkan Suzuki meraih hasil konstruktor lebih baik?
Bicara soal formasi baru di MotoGP 2017 belum berakhir dengan ketiga rider di atas saja. Yang juga menarik untuk dinantikan adalah kiprah para “anak baru” yang naik kelas. Di musim depan ada 4 rider yang naik kelas dari Moto2, yang pertama ada Johann Zarco yang baru saja menjadi rider pertama yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia Moto2 secara beruntun. Pembalap asal Perancis ini akan berduet dengan sesama anak baru lainnya Jonas Folger. Folger akan menjadi pembalap Jerman satu-satunya di kelas ini menyusul hengkangnya Stefan Bradl ke World Superbike musim depan. Mereka akan memperkuat tim Monster Yamaha Tech-3 yang ditinggal duet ridernya Bradley Smith dan Pol Espargaro yang akan menjadi rider KTM di musim pertama pabrikan tersebut berkompetisi di kelas MotoGP. Lalu yang ketiga ada Alex Rins, yang akan menjadi tandem Iannone di tim Suzuki Ecstar. Musim lalu Rins menjadi pesaing Zarco dalam meraih gelar juara Moto2, namun memasuki seri balapan di Asia performanya menurun hingga poinnya dilewati Tom Luthi di akhir musim. Dan yang terakhir yaitu Sam Lowes, yang akan menjalani debut kelas MotoGP bersama Aprillia Gresini. Lowes akan ditemani Aleix Espargaro yang meninggalkan Suzuki.

Pergantian formasi lainnya datang dari tim Aspar Ducati yang akan diperkuat Alvaro Bautista yang hijrah dari Aprillia dan Karel Abraham yang kembali ke kompetisi MotoGP setelah menghabiskan musim 2016 dengan berlaga di World Superbike. Tim ini pada musim 2016 diisi oleh Eugene Laverty yang mengikuti Bradl ke World Superbike 2017 dan Yonny Hernandez yang harus “turun” ke kelas Moto2. Sementara itu tim satelit Ducati lainnya Octo Pramac Yakhnich dan Avintia Racing tidak melakukan pergantian rider untuk musim 2017. Octo Pramac masih akan melanjutkan petualangan bersama Danilo Petrucci dan Scott Redding yang musim 2016 finish di peringkat 14 dan 15 klasemen berurutan. Sama halnya dengan Avintia Racing yang tetap dihuni Hector Barbera dan Loris Baz, mereka berdua mencatatkan hasil race terbaik di posisi 4 dan 5 secara bergantian di GP Ceko dan Malaysia 2016.
Tim pabrikan Repsol Honda yang mempertahankan formasi rider mereka diikuti oleh kedua tim satelitnya. Tim LCR Honda tetap akan hanya menurunkan satu motor dengan Cal Crutchlow sebagai andalannya. Musim 2016 menjadi pertama kalinya Cruthclow berhasil meraih podium tertinggi race MotoGP setelah mampu memenangi 2 seri balapan. Meskipun ia finish di posisi 7 klasemen akhir, yang ternyata tidak lebih dari musim 2013 saat ia berhasil meraih peringkat 5. Dan tim satelit Honda lainnya Marc VDS juga tetap mempertahankan Jack Miller dan Tito Rabat untuk musim 2017. Tim ini berhasil mencuri 1 kemenangan race di musim 2016 dengan Miller yang memenangi wet race di Assen, Belanda. Menjadikan Honda satu-satunya konstruktor yang berhasil memenangi balapan dengan tim pabrikan dan tim satelitnya.
Tulisan tentang formasi rider MotoGP 2017 di atas masih kurang lengkap, karena ada 2 pembalap yang belum disebutkan namanya, yaitu duo Italia Valentino Rossi danAndrea Dovizioso. Mereka tidak tertulis karena tetap bersama tim sebelumnya, dan di awal tulisan ini terlalu membahas partner mereka berdua.
Membahas tentang berjalannya musim 2017, secara realistis saya berpendapat (dan menerawang) gelar juara dunia masih ‘hanya’ akan diperebutkan oleh tim utama Honda dan Yamaha. Disini maksudnya ialah Marquez, Rossi, dan Vinales. Marquez yang telah berhasil meraih 3 gelar juara dunia kelas teratas, akan sangat berambisi untuk menambah gelarnya demi menjadi Legend mengalahkan Valentino Rossi.
Di usianya sekarang tentu sangat mungkin baginya untuk melampaui rekor-rekor milik “The Doctor”. Sementara Rossi yang terakhir kali merasakan gelar juara dunia pada tahun 2009 pastinya masih penasaran untuk meraih gelarnya yang ke-10 (di semua kelas).  Di usia yang hampir menginjak kepala 4, tak banyak lagi waktu baginya untuk mewujudkan itu. Dan Vinales, menjadi yang tercepat di test pertamanya bersama Yamaha menunjukkan ia telah menebar ancaman pada pesaingnya. Dengan motor Suzuki yang bisa dibilang masih kalah dengan Honda dan Yamaha saja ia bisa beberapakali berduel sengit di balapan. Maka dengan dukungan tim pabrikan ini, tentunya diharapkan ia akan menunjukkan penampilan yang lebih baik lagi.
Untuk mas Dani Pedrosa, saya rasa dengan riding stylenya yang kalem (dibanding Marquez) akan sulit untuk berduel dengan Marquez dan Vinales yang super agresif dengan jiwa mudanya, dan Rossi yang mungkin akan masih kompetitif di usianya tahun depan. Ditambah lagi kondisi fisiknya yang sangat rentan cedera membuat penampilannya sering tidak konsisten. Sementara melihat performa Lorenzo di musim 2016 yang kurang maksimal, adaptasi dengan Ducati mungkin tidak akan berjalan sangat mulus. Kecil peluang untuk Lorenzo menjadi juara di musim pertamanya bersama tim asal Italia itu.
But, Never Say Never in MotoGP!
Semua hal bisa terjadi setelah lampu merah di garis start padam. Sebagai penggemar dan penikmat MotoGP tentunya mengharapkan musim 2017 akan berjalan seru dan kompetitif, dan dapat menghasilkan juara seri yang banyak seperti musim ini atau bahkan melebihinya. Mungkinkah?
Gresini menegaskan tanda tangan Bautista untuk 2017
Alvaro Bautista dan San Carlo Gresini Honda tim telah mencapai kesepakatan bersama untuk 2012 MotoGP World Championship, di mana pembalap Spanyol akan bersaing di papan dengan RC213V.
Bautista bisa mendapatkan lap pertama pada Honda di pada Rabu pagi di trek Valencia, di mana ia naik RC212V yang berkampanye Hiroshi Aoyama musim ini.

"Saya sangat puas bahwa Alvaro Bautista akan naik RC213V Honda di San Carlo Honda Gresini warna tim tahun depan," kata Fausto Gresini bos tim. "Dia adalah pembalap yang sangat cepat dan saya memegang dia dalam menjunjung tinggi kepribadian dan sifat menyenangkan juga."
Gresini menambahkan: "Saya yakin dia akan mengintegrasikan ke dalam kelompok kami dengan cepat dan bahwa kita akan menikmati beberapa pengalaman penting bersama-sama di masa depan."
Berita itu muncul tak lama setelah konfirmasi pada hari Rabu oleh tim Rizla Suzuki bahwa mereka telah berpisah dengan Bautista.

Rizla Suzuki pers:
Rizla Suzuki menyesal mengumumkan keberangkatan dari tim saat ini pembalap Alvaro Bautista.
Bautista bergabung Suzuki untuk awal musim 2010, membuat debut balapnya di Qatar. Dia telah menjadi pembalap populer dengan tim serta membangun dirinya sebagai favorit perusahaan dengan penggemar balap karena semangat dan tersenyum menular. Selama dua musim dengan Suzuki ia telah mencatat atas lima selesai dan menaruh nya Rizla Suzuki GSV-R di baris depan grid. Bautista telah menjadi pembalap solo di tim pada tahun 2011 dan telah menjadi aset dalam perbaikan sepeda motor dan potensi besar itu sekarang menunjukkan.
Suzuki Motor Corporation, semua anggota tim MotoGP, judul sponsor Rizla dan sponsor lainnya tim dan mitra ingin berharap Bautista baik dalam karir masa depannya dan setiap kesuksesan dan kebahagiaan dalam kehidupan pribadinya, dan semua orang di skuad Rizla Suzuki ingin untuk berterima kasih atas dua tahun keras, loyalitas kerja dan komitmen bahwa ia telah diberikan tim.

Alvaro Bautista:
"Saya sangat sedih harus meninggalkan Suzuki setelah dua tahun besar yang saya miliki di sini. Ini telah menjadi tim yang hebat untuk bekerja di dan saya telah belajar banyak hal dari semua orang dalam tim. Itu adalah pengalaman yang fantastis bekerja dengan sebuah tim Inggris / Jepang dan kita telah menjadi seperti sebuah keluarga besar, kecuali kita tidak pernah memiliki argumen dan tidak ada yang jatuh keluar dengan satu sama lain! Saya ingin berterima kasih kepada setiap orang pribadi selama dua tahun terakhir, kadang-kadang sudah sulit, namun tak seorang pun menyerah dan saya merasa seperti saya selalu memiliki dukungan penuh dan komitmen mereka.Aku tidak merasa aku akan meninggalkan tim, tetapi sekelompok teman yang saya harap saya akan tahu untuk waktu yang lama. Saya ingin mengucapkan terima kasih khusus pada Tom, Paulus, Ken san dan Sahara san, dan ingin mereka dan seluruh tim semua yang terbaik untuk masa depan. "
PRAMAC MENGKOMFRIMASI TENTANG KE DATANGAN NYA 2012

Héctor Barbera adalah pembalap Pramac Racing baru untuk MotoGP musim 2012. Petenis Spanyol, setelah dua musim MotoGP di kelas utama pada Ducati, akan terus naik Desmosedici dengan tim Pramac Racing.

aolo Campinoti, Pramac Racing Team Principal:
"Kami senang mengumumkan bahwa Héctor Barbera akan bersama kami untuk musim MotoGP 2012. Kami yakin bahwa pengalaman mengendarai Ducati dalam dua tahun terakhir dapat mengambil dia untuk mencapai musim yang lebih baik dengan kami. Musim ini, meskipun cedera yang buruk, ia selesai sebagai pembalap Ducati terbaik ketiga dan ini menjadi pertanda baik. Saya juga ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih 2011 kami pengendara, Randy de Puniet dan Loris Capirossi, untuk musim yang baru saja mereka selesai dengan kami. Kami ingin mereka masa depan yang penuh kebahagiaan dan mematikan trek. "


Héctor Barbera:
"Ini akan menjadi tahun ketiga saya naik Ducati dan saya ingin berterima kasih kepada Tim Pramac Racing dan Paolo Campinoti yang telah memberi saya kesempatan ini. Dalam dua musim terakhir saya belum mencapai hasil yang saya inginkan dan saya berharap sekarang, setelah pengalaman yang saya dapatkan, saya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Baik aku dan Pramac Racing memiliki tujuan yang tinggi. Aku datang dari salah satu momen paling sulit dalam karir saya dan saya ingin perubahan. Ducati adalah bekerja keras, ini adalah tahun yang sulit tapi saya yakin bahwa dengan Test pada Selasa dan Rabu dan terutama dengan istirahat musim dingin, di mana mereka akan punya waktu untuk bekerja, mereka akan dapat memberi kita sepeda sangat kompetitif di awal musim depan. "